Pengalaman Pertama Kali Suka Dengan Kucing


Kamis, 12 September 2019

Pengalaman Pertama Kali Suka Dengan Kucing

Pengalaman pertama kali suka dengan kucing? ada salah satu pembaca bog ini yang menanyakan pertanyaan tersebut pada Admin dan pada kesempatan kali ini Admin akan berusaha untuk mencoba dapat menceritakannya, ya walau mungkin tidak akan lengkap.

Kalau membicarakan mengenai kapan pertama kali suka dengan kucing adalah pada saat saya masih kecil atau tepatnya pada saat saya duduk di kelas 7 sekolah SMP dan saya mulai mampu untuk memegang kucing dan bahkan menggendong nya di pundak.

Kalau boleh jujur dulu saya sangat tidak suka dengan yang namanya kucing, mendengar namanya saja yang pertama timbul pertama kali di benak saya adalah " kucing adalah salah satu hewan yang menggelikan " titik tidak ada koma apalagi tanda tanya ?

Wah, apakah separah itu sikap saya terhadap kucing, ya benar sekali sahabat, tepatnya saya tidak suka kucing dari saya lahir, untuk mendengar suaranya saja sudah merasa was-was dan takut duluan, apa lagi sampai memegang badan nya.

Pernah saya di paksa untuk memegang kucing oleh teman-teman namun paksaan tersebut tidak akan berlaku untuk saya karena saya sudah kuat akan pendirian yang telah tertanam sejak lahir yaitu " geli " dan tidak mau sedikit pun untuk memegang kucing walaupun dari sudut mana pun banyak manusia-manusia yang memaksa.

Namun tetap namanya juga orang indonesia yang pada umumnya suka bercanda dan jail-jail, pernah pada waktu saya kecil di kerjai oleh teman-teman saya yang sudah tahu benar salah satu kelemahan saya yaitu " takut dengan kucing "

Saya pernah di jaili dengan cara kaki saya di ikat menggunakan tali dan si kucing kampungnya pun ikut di ikat kakinya, jadi di ikat kan secara bersamaan.

Kalian penasaran apa reaksi saya pada saat itu ?

Sudah jelas reaksi yang timbul pertama kali adalah ketakutan bahkan bukan terlihat takut lagi, namun hampir terlihat kesurupan karena saking takutnya dengan kucing yang hampir berhadap-hadapan dengan saya dan sampai saat ini pun kenangan tersebut selalu saya ingat dan terkenang di pikiran.

Kebetulan di tempat saya tinggal sangat banyak sekali kucing kampung yang bebas berseliweran dan mayoritas dari warganya juga tidak takut dengan kucing, jadi tidak heran kalau saya jadi sasaran empuk untuk bisa di jaili oleh manusia-manusia pemberani yang tidak takut kucing.

Namun bukan hanya itu saja pengalaman pahit yang saya alami karena di kerjai oleh teman-teman, di lingkungan rumah atau keluarga juga sama suka menjaili saya, pernah saya di jaili pada saat tidur dan si adik sengaja menaruh atau memindahkan kucing tepat di hadapan muka saya.

Penasaran dengan apa yang akan terjadi selanjutnya ?

Yang terjadi ya sudah pasti dan jelas saya dan kucing merasa kaget dan shock berat, mau tahu alasan kenapa kucing nya juga ikut kaget ?

Bagaimana si kucing tidak mau kaget kan saya pukul tuh perutnya sampai loncat tuh si kucing tinggi sekali mungkin dikarenakan kaget, untung saja si kucing tidak sampai menabrak tembok yang tepat di depannya, kalau sampai menabrak tembok maka tidak tahu deh tuh kucing akan ada bintang berapa di atas kepalanya.

Yang takut terhadap kucing di lingkungan keluarga adalah saya, ibu, kk dan yang tidak takut sama sekali adalah bapak, dan juga adik, bahkan adik saya berani mencium muka si kucing, kalau saya jangankan mencium mendengarkan suaranya saja sudah shock duluan ( akibat trauma, sering di kerjai )

Kebetulan dulu di rumah punya 1 ekor kucing betina dan kucing tersebut di dapat dari luar atau tepatnya kucing liar yang sengaja di rawat oleh adik saya karena si kucing nya hobi sekali mampir atau main ke rumah.

Lama-lama kelamaan si kucing melahirkan anak-anak nya cukup banyak sih dan itu membuat saya menjadi tambah shock berat karena setiap hari pasti akan di kepung oleh grombolan kucing-kucing yang siap naik ke kamar tidur kapan saja.

Saya menyuruh untuk membuang kucing, tapi hasilnya nihil atau tidak di gubris sama sekali, maklumlah yang suka kucing kan si bontot jadi akan sulit mengalahkan kemauan si bontot, jadi pasrah saja di kepung oleh banyak kucing di rumah.

Namun dengan berjalannya waktu yang setiap hari bertatap muka dengan si kucing, lama-kelamaan jadi penasaran juga sama tuh si kucing, karena saya anggap kucing adalah hewan yang tidak berbahaya.

Pernah waktu itu di rumah sedang sendiri dan si kucing terus mengesekan badannya ke kaki saya, bingung dan heran kenapa dengan tingkah laku kucing ini, saya coba tendang si kucing ( tenang, menendang nya tidak keras-keras ko )

Heran, sudah di tendang tapi tetap terus mendekati saya, saya lantas bingung kenapa kucing selalu mendekati saya, apa kucing suka dengan saya atau bagaimana, kemudian saya memberikannya makan ( ikan ) mungkin kucing bertingkah seperti itu karena lapar,

Terus dimakan deh tuh ikan nya, tapi masih tetap mendekati saya, kemudian saya kasih minum mungkin kucing tersebut sedang kehausan atau bagaimana, karena biasanya sudah di sediakan oleh adik saya tempat beserta air minumnya dan pada saat itu tempat / wadah nya air kosong.

Kemudian saya isi dengan air dan si kucing langsung meminum airnya saya memperhatikan si kucing yang sedang minum tersebut, setelah itu si kucing tidak mendekati kaki saya lagi, pergi dan tidur dan saya mulai berfikir ternyata kucing hewan yang penurut dan sebenarnya lucu dan terkesan tidak menggelikan.

Setelah itu saya sering atau rajin memberikan kucing makan dan juga menyediakan minumnya, lama kelamaan mulai mencoba untuk memegang kepalanya, tapi sebenarnya bukan memegang sih tapi hanya menyentuh saja dan menggunakan jari, karena pada saat itu masih ada rasa takut dan geli di benak saya.

Tapi semakin lama dekat dengan kucing rasa takut tersebut sudah mulai berkurang bahkan tidak sebesar rasa takut yang dulu, setelah itu mulai deh mau mengelus kepalanya dan reaksi si kucing memang lucu kalau sedang di usap kepalanya, dan itu yang membuat saya yakin bahwa kucing adalah hewan yang bersahabat.

Dan pada akhirnya saya adalah orang yang pertama kali suka dengan kucing dari ibu dan juga kk saya, pada saat itu semua keluarga merasa terheran-heran, ko bisa manusia yang paling takut terhadap kucing bisa berani memegang kucing.

Tapi alhamdulillah setelah saya suka dan berani menyentuh, memegang atau bahkan mampu menggendong kucing di pundak saya sendiri tanpa adanya rasa takut yang begitu luar biasa, kemudian ibu dan kk saya mulai menyusul dan mencoba untuk menyukai hewan yang di sukai pula oleh nabi muhammad saw sebagai salah satu makhluk ciptaan allah swt.

Namun tidak lama kemudian si kucing ( induk ) yang pertama kali tinggal di dalam rumah, pergi entah kemana penyebabnya pun sekeluarga tidak ada yang tahu apa penyebabnya, saya tanya ada yang memukul atau menyiran dengan air, semua kompak menjawab tidak ada, kan aneh. ?

Sempat 2 bulan kemudian saya melihat si kucing nya, sedang berjalan di kampung belakang, saya panggil tidak mau yang biasanya kalau di panggil langsung sigap dan mendekati, namun ini berbeda dari biasanya, kemudian saya pegang berontak seolah-olah tidak mengenali saya lagi, sampai saat ini pun saya masih bingung dan bertanya-tanya, kenapa kucing indukan tersebut bertingkah seperti itu ?

Apa mungkin karena di jadikan hewan rebutan oleh semua keluarga atau bagaimana saya tidak mengerti, namun syukur si induk nya menitipkan keturunannya yang berjumlah 5 ekor kucing, 3 jantan dan yang 2 ekornya betina, masih kecil atau beranjak dewasa.

Uniknya adalah sudah hampir 8 tahun berlalu, kucing di dalam rumah sampai sekarang adalah kucing yang masih 1 keturunan dari kucing yang pertama kali hadir di rumah yang di bawa oleh adik saya tersebut.

Namun sayang sekarang hanya tersisa 2 ekor saja, 1 betina dan 1 nya lagi jantan ( masih anak si betina )

Tadinya saya was-was apakah garis keturunan ini akan berakhir, tapi kehawatiran tersebut sudah terpecahkan karena si betina tepat kemarin sudah melahirkan, tapi hanya satu ekor kucing saja dan mudah-mudahan 1 anaknya tersebut adalah betina, supaya garis keturunannya tetap tersambung, kenapa tidak di cek saja min, betina atau jantan ? admin belum bisa memastikan itu anak kucing jantan atau betina, karena masih terbilang masih kecil, baru 1 hari.

Kalau mau admin sih anak kucing 1 itu betina biar bisa tersambung garis keturunannya atau bahkan bisa di wariskan ke anak cucu saya nantinya, biar ada cerita dan juga sejarahnya.

Sudah banyak kucing yang meninggal dan pernah saya menguburkannya sendiri, dari meninggal karena sakit sampai ada yang meninggal oleh perbuatan kucing jalanan, yang menyakiti dan melukai si kucing, padahal si kucing tersebut masih kecil ( anak kucing ) namun di serang tepat di bagian mukanya.

Dan pada saat itu merasa kasihan serta menyesal karena tidak bisa menjaga anak kucing dari serangan kucing preman tersebut dan juga menyesal karena tidak mengetahui ada kucing luar, liar, kejam, jahat yang masuk ke dalam rumah lalu kemudian menyakiti si anak kucing sampai luka berat di bagian mukanya.

Tidak lama kemudian nyawanya tidak bisa di selamatkan lagi, kalau datang lagi tuh kucing jalanan saya akan cepat-cepat mengusirnya, kalau sampai memukul sih saya tidak akan tega, kan saya sekarang tidak menyakiti kucing lagi.

Wah, ternyata sudah cukup panjang dan lebar juga saya menceritakan pengalaman sejarah, aku yang dulu bukanlah yang sekarang, dulu takut kucing sekarang ku sayang kucing, seperti lagu saja.

Tapi itulah kenyataan nya, dulu pada waktu belum suka sama kucing memang suka sekali mengusir kucing dari rumah, bahkan segayung air pun ikut bertindak, demi keberhasilan dalam mengusir kucing di rumah.

Namun saat ini saya telah menyadari itu semua bahwa kucing adalah hewan yang sangat bersahabat dan juga kucing bisa menghilang stress bagi pemiliknya.

Kenapa kucing bisa mengurangi stress pemiliknya ?

Karena kucing adalah salah satu hewan yang penurut, bersahabat dan juga terkadang menunjukan tingkah laku yang lucu, dan membuat pemiliknya menjadi tersenyum atau bahkan tertawa walau pikiran pemiliknya sedang kacau, mungkin karena masalah sekolah atau pekerjaannya.

Dan saran untuk anda yang masih saja takut atau geli terhadap kucing, maka segeralah untuk mencoba mendekati hewan yang satu ini ( kucing ) karena memang kucing itu tidak cocok kalau di juluki hewan yang berbahaya dan juga menggelikan.

Yang sebenarnya adalah kucing termasuk hewan yang sangat bersahabat dan tidak pula membahakan, pemiliknya, coba saja toh saya sendiri yang pernah merasakannya, dulu super takut tapi sekarang super suka.

Nah, setelah mulai menyukai dan tidak takut lagi terhadap kucing maka mulailah untuk merawat kucing dengan baik dan benar karena dengan merawatnya dengan cara yang baik dan benar, maka si kucing akan menjadi lebih bersahabat dan penurut.

hal tersebut pernah terjadi oleh saya sendiri yang dimana kucing menjadi sangat penurut sekali, bahkan kalau saya keluar rumah si kucing akan terus mengikuti kemana saya pergi, bukan hanya hewan anjing saja yang bisa seperti itu, kucing pun kalau kita rawat dengan baik, bisa setia dan penurut seperti hal yang di lakukan oleh hewan anjing.

Berhubung kucing sedikit berbeda dengan hewan anjing yang pasti ingat jalan pulang, maka saya selalu menitipkan kucing ke adik, supaya tidak mengikuti sampai jarak yang jauh dan takutnya kesasar dan tidak tahu jalan pulang.

Bukan hanya itu saja, kucing peliharaan saya selalu menunggu di depan pintu rumah kalau saya atau bapak, adik pulang dari pekerjaan, sekolah atau tepatnya hendak ingin membuka pintu, dan kucing seolah-olah menyambut di depan pintu dalam rumah dan bahkan hanya dengan suara saja kucing mampu mengenali siapa pemiliknya.

Itulah salah satu keunikan dari tingkah laku kucing yang sangat saya sukai, maka dari itu untuk membuat kucing semakin penurut kita harus merawatnya dengan baik, bisa merawat nya dengan cara rutin memberikan nya makan, sering bermain, memandikan, atau merawat dan membersihkan kandang kucing sehingga kucing bisa menjadi nyaman atau bisa menerapkan jenis perawatan lainnya yang bisa anda coba.

Tapi bukan hanya perawatan saja yang harus di pikirkan, namun perlu juga kesigapan kita untuk mau merawat atau mengobati kucing yang sedang sakit karena dengan cara itu kita menunjukan rasa ikhlas terhadap kucing peliharaan kita dan insyaallah akan mendapatkan amal kebaikan, karena siapa saja yang berbuat baik antara sesama makhluk hidup pasti kelak insyaalah akan mendapatkan kebaikan juga yang akan kita dapatkan.

Nah, bagaimana sahabat apakah sudah siap untuk mencoba merawat kucing dengan baik, benar dan rasa ikhlas, kalau sudah siap berarti anda termasuk pecinta kucing sejati yang dimana selalu menganggap kucing adalah salah satu sahabat kalian dan bukan hanya sekedar permainan, teman bermain, obat penghilang stress dan lain-lainya.

Cukup sekian cerita pengalaman yang singkat namun kenyataannya cukup panjang, sampai tidak terasa kalau jari-jari ini cukup lelah, dan saya yakin kalau anda membaca tulisan ini dari awal sampai akhir, pasti akan cape juga matanya.

Jadi sebelum saya mengakhiri " cerita pengalaman suka dan duka bersama kucing " saya mengucapkan minta maaf terlebih dahulu karena sebentar lagikan mau masuk ke bulan ramadhan, jadi sesama pecinta kucing alangkah baiknya saling memaafkan, betul ?

Oiya jika sahabat ingin memberikan atau berbagi pengalaman sahabat bersama si kucing kesayangan dengan bentuk tulisan seperti apa yang saya lakukan pada saat ini.

Anda bisa menghubungi saya di halaman kontak, nanti jika tulisan sahabat sesuai dan sesuai aturan yang berlaku, maka tulisan sahabat akan saya tampilkan di blog ini, sehingga pencinta kucing di indonesia atau bahkan dunia bisa mendapatkan inspirasi terhadap apa yang anda tulis dan berikan di dalam blog ini, terimakasih.