Ciri-Ciri Mamalia Lengkap


Apa perbedaan ciri hewan mamalia dengan ciri-ciri binatang reptil? Silakan cari tahu jawabannya pada pembahasan kali ini. Sebagaimana kita ketahui, di planet Bumi ini, manusia bukanlah satu-satunya makhluk hidup yang diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa.

Selain manusia, ada banyak jenis makhluk hidup lain yang hidup berdampingan dengan kita, salah satunya adalah hewan. Jika kita hanya mengenal hewan secara sekilas, maka kita hanya akan mengetahui nama dari hewan-hewan tersebut. Seperti anjing, kucing, burung, dan lain sebagainya.

Tapi jika Anda mempelajari ilmu alam dengan lebih dalam, maka Anda akan tahu bahwa hewan-hewan yang Anda tahu kembali dibagi menjadi banyak kategori, mulai dari hewan bertulang belakang dan yang tidak memiliki tulang belakang (veterbrata dan invertebrata), hewan moluska, unggas (aves), dan yang pastinya paling sering Anda dengar adalah mamalia.

Ciri-Ciri Mamalia Secara Umum


Pelajaran tentang mamalia pastinya sudah Anda dapatkan saat Anda duduk di bangku Sekolah Dasar. Tapi, tidak ada salahnya untuk sedikit menyegarkan ingatan Anda. Berasal dari kata “Mamma” dari bahasa latin yang berarti “menyusui”, mamalia adalah makhluk hidup yang membesarkan anak-anaknya dengan cara menyusui. Nah untuk lebih jelasnya, berikut adalah ulasan lengkap tentang ciri-ciri binatang mamalia secara umum:

Memiliki Kelenjar Susu

Salah satu ciri-ciri hewan mamalia yang paling utama adalah mamalia memiliki glandula mamae atau yang lebih kerap disebut dengan kelenjar susu, dan umumnya kelenjar susu tersebut baru akan aktif ketika anak dari mamalia tersebut lahir ke dunia. Susu yang dihasilkan oleh kelenjar susu tersebut akan menyokong hidup anaknya hingga ia sampai dalam fase hidup tertentu, yaitu masa menyapih.

Memiliki Rambut

Ciri-ciri mamalia yang lain adalah adanya rambut halus pada sekujur tubuh maupun pada bagian tubuh tertentu seperti pada bagian dada, perut, atau pun ketiak. Rambut atau bulu tersebut umumnya akan terus tumbuh dan rontok pada tahap tertentu, yang kemudian rambut yang rontok tersebut akan digantikan dengan rambut muda.

Beberapa mamalia memiliki warna dan motif tertentu pada rambut mereka untuk beberapa alasan. Salah satunya adalah sebagai kamuflase untuk membantu mereka dalam menyamarkan diri dari pemburu, contohnya pada rusa. Atau bisa juga sebagai kamuflase saat mereka berburu, seperti pada bulu macan totol atau pada harimau.

Beberapa mamalia juga menggunakan motif atau warna pada rambut mereka sebagai salah satu cara menyeleksi pasangan untuk kawin. Dan yang paling penting dari fungsi rambut mamalia adalah sebagai pengatur suhu tumbuh, yang juga menjadi ciri-ciri khusus mamalia yang ketiga di bawah ini, yaitu:

Mamalia Merupakan Makhluk Endotermi

Endotermi adalah istilah latin dari makhluk hidup yang berdarah panas, yang berarti mereka dapat mengatur sendiri suhu tubuh mereka tanpa tergantung pada perubahan iklim di sekitar mereka.

Rambut yang tumbuh di sekujur tubuh mereka membantu mamalia untuk menjaga temperatur tubuh mereka saat udara dingin. Sedangkan ketika udara mulai menghangat, mamalia memiliki kemampuan untuk menurunkan suhu tubuh mereka dengan mengeluarkan keringat.

Walaupun beberapa jenis mamalia seperti anjing atau kucing tidak memiliki kelenjar keringat. Namun mereka dapat mengatur suhu tubuh mereka dengan membuka rahang atau menjulurkan lidah untuk melepaskan suhu panas dari dalam tubuh mereka. Sekarang sudah tahu kan mengapa anjing atau kucing suka menjulurkan lidah ketika mereka berada di lingkungan yang panas?

Memiliki Sistem Pencernaan yang Lengkap

Untuk mencerna makanan, mamalia memiliki sistem pencernaan yang lengkap, mulai dari mulut, faring, esofagus, usus halus, colon (usus besar), lambung, dan anus sebagai saluran pembuangan  sisa makanan.

Sebelum masuk ke dalam usus di perut, mamalia akan mencerna makanannya terlebih dahulu dengan gigi atau taring mereka yang umumnya terdiri dari empat macam. Yaitu gigi seri, gigi taring, gigi geraham depan, dan gigi geraham belakang.

Dalam siklus hidupnya, mamalia hanya akan berganti gigi sebanyak satu kali, yaitu perubahan dari gigi susu ke gigi permanen.

Memiliki Paru-Paru Sebagai Organ Pernapasan

Mamalia merupakan satu-satunya jenis makhluk hidup yang bernapas dengan paru-paru. Paru-paru tersebut akan mengolah oksigen untuk kemudian diregulasikan ke seluruh tubuh, sedangkan hasil sisa dari pernapasan tersebut akan dikeluarkan dari dalam tubuh dalam bentuk karbondioksida.

Melihat ciri-ciri mamalia satu ini, tentunya banyak dari Anda yang menganggap bahwa semua mamalia hidup di daratan karena memang notabene oksigen dalam jumlah yang besar hanya dapat ditemukan di udara bebas.

Uniknya, bahkan beberapa ikan yang berenang di lautan ternyata merupakan jenis mamalia dan juga bernapas dengan paru-paru. Contohnya adalah ikan lumba-lumba dan ikan paus. Anda tentu pernah melihat lumba-lumba atau paus yang muncul dari permukaan bawah laut sebelum kemudian kembali lagi ke kedalaman laut, bukan?

Nah, aktivitas atraktif tersebut sebenarnya merupakan salah satu cara bagi hewan-hewan tersebut untuk memperoleh oksigen dari udara bebas. Dalam tempo waktu tertentu, paus atau lumba-lumba tersebut akan muncul ke permukaan laut dan menghirup oksigen dalam jumlah yang sangat besar sebelum mereka kembali menyelam ke dalam lautan. Unik sekali, ya?

Merupakan Makhluk Vivipar

Ciri-ciri mamalia lainnya yang noticeable adalah kebanyakan mamalia berkembang biak dengan cara melahirkan (vivipar). Mamalia vivipar sebenarnya merupakan subclass Theria atau Eutharia, yaitu makhluk hidup yang memiliki kalenjar susu dan menghasilkan ASI. Mamalia yang hidup di masa kini merupakan jenis mamalia marsupialia dan placental.

Mamalia yang termasuk ke dalam jenis marsupialia memiliki kantong atau marsupilum yang menjadi salah satu ciri fisik utamanya. Di dalam kantung itulah induk mamalia menampung bayinya hingga nanti ia beranjak dewasa.

Contoh dari mamalia marsupialia adalah kangguru, koala, opposum, tasmanian devil, dan wombat. Ciri umum lain yang dimiliki oleh marsupialia adalah terdapatnya dua lubang vagina pada marsupialia betina. Sedangkan pada marsupialia jantan memiliki penis bercabang dua yang berfungsi untuk menyalurkan sperma.

Lalu apakah yang dimaksud dengan placentalia? Placentalia merupakan ciri-ciri umum yang dimiliki oleh hampir semua bayi mamalia. Placentalia memiliki kata dasar “plasenta” yang berarti tali pusar yang terhubung pada perut embrio. Selama bayi mamalia berada di dalam kandungan, melalui plasenta itulah nutrisi makanan didistribusikan untuk mendukung tumbuh kembang bayi hingga ia siap untuk dilahirkan ke dunia.

Namun ternyata, tidak semua mamalia berkembang biak dengan melahirkan. Beberapa jenis mamalia ternyata juga berkembang biak dengan cara bertelur atau ovipar. Monotremata sendiri sebenarnya merupakan mamalia primitif dan hingga saat ini hanya ada 2 jenis hewan monotremata yang masih ada di dunia ini, yaitu platypus dan echidna.

Satu hal lainnya dari mamalia ini adalah, walaupun mereka termasuk ke dalam kelas mamalia, hewan monotremata tidak memiliki puting susu layaknya hewan mamalia yang lainnya. Tapi mereka tetap memiliki kalenjar susu dan bayi-bayi mamalia monotremata menjilati air susu ibunya dari petak pada perut induknya yang terhubung langsung dengan kalenjar susu.

Ciri-Ciri Mamalia Berdasarkan Habitat

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, mamalia tidak hanya terdapat di daratan saja, tapi sebagian jenis mamalia dapat hidup di dalam air dan bahkan di dalam tanah. Perbedaan habitat secara otomatis mempengaruhi bentuk morfologi dari mamalia tersebut sehingga mendukung sistem pergerakan mereka. Adapun ciri-ciri mamalia yang didasarkan pada kondisi habitatnya tersebut, antara lain adalah:

Mamalia Terrestrial

Bersumber dari bahasa Latin yaitu “Terra” yang berarti daratan atau tanah, mamalia terresterial adalah mamalia yang memiliki habitat di daratan. Sistem pergerakan mamalia darat didukung dengan menjejakkan seluruh bagian telapak kaki dan atau tangan ke tanah atau yang disebut juga dengan plantigrade.

Sedangkan, beberapa jenis mamalia lain seperti anjing, kucing, dan harimau berjalan di atas tumit kaki mereka sehingga memungkinkan mereka untuk bergerak cepat tanpa suara dalam memburu mangsanya.  Cara berjalan mamalia dengan menggunakan hanya bagian tumitnya ini disebut dengan ditigrade.

Pada herbivora yang dikenal sebagai hewan pelari cepat seperti kuda atau kijang merupakan unguligrade yang menggunakan ujung kakinya untuk berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain. Dengan cara itu, mereka dapat memacu kecepatan lari mereka dalam menyelamatkan diri dari serangan predator.

Setiap mamalia, baik plantigrade, ditigrade, maupun unguligrade memiliki beberapa jenis gaya berjalan yang dapat mereka gunakan dalam situasi tertentu. Contohnya seperti berjalan, berlari lambat, berlari dengan kecepatan tinggi, maupun melompat.

Dari jumlah anggota gerak yang digunakan pun ada istilah masing-masing. Misalnya, bagi mamalia yang bergerak dengan empat kaki, maka mamalia tersebut termasuk ke dalam golongan quadrupedal, atau lebih singkatnya quadrupeds. Sedangkan bagi mamalia yang berjalan dengan hanya memanfaatkan dua kaki disebut dengan bipedal, atau biped.

Dibandingkan dengan quadruped, mamalia dalam golongan bipedal memiliki kelebihan lebih, yaitu jarak pandangan yang jauh lebih luas, kemampuan untuk menyimpan lebih banyak tenaga, sekaligus mereka memiliki kemampuan untuk memegang atau menggunakan objek yang ada pada genggaman mereka.

Mamalia Arboreal

Mamalia dalam klasifikasi ini umumnya berpindah tempat dengan menggunakan dahan pepohonan atau tempat tinggi yang lainnya untuk berpindah tempat. Ciri-ciri yang paling terlihat dari mamalia jenis ini adalah, mereka memiliki lengan atau ekor yang sangat panjang yang memungkinkan mereka untuk bergelantung dari satu tempat ke tempat yang lainnya.

Hewan-hewan ini yaitu monyet dan possum sering disebut sebagai branchiator, yang memang diambil dari kemampuan mereka dalam berpindah dari satu pohon ke pohon yang lain dalam waktu yang cepat.

Klasifikasi arboreal tidak harus memiliki lengan atau ekor yang panjang untuk berpindah tempat. Mamalia pengerat seperti tupai juga dapat melompat dan mencengkeram permukaan pohon dengan tepat karena pada tiap jarinya terdapat cakar yang tajam. Dengan demikian, tupai tidak akan tertarik oleh gaya gravitasi bumi terlepas dari ukurannya yang sangat mungil.

Mamalia Aerial

Dalam kasus umum, spesies mamalia hanya memiliki kemampuan untuk melompat tinggi, namun hampir semua jenis mamalia tidak dapat terbang. Terkecuali satu jenis mamalia yaitu kelelawar. Kelelawar dibekali dengan sepasang sayap yang tipis dan memiliki tulang yang lebih banyak dibandingkan dengan spesies aves, alias burung.

Hal tersebut tentunya membuat kelelawar jadi lebih diuntungkan karena membuatnya dapat terbang lebih cepat dengan daya manuver yang lebih akurat. Kelelawar juga dapat mendeteksi tekanan udara yang mengalir dari bawah sayapnya sehingga ia dapat mengubah lebar sayap untuk menyesuaikan kecepatan terbang nya.

Mamalia Fossorial

Mamalia fossorial adalah mamalia yang tinggal dan membangun sarang di dalam tanah. Ciri-ciri umum dari mamalia jenis ini adalah empat kakinya yang berukuran pendek namun gemuk. Selain itu hewan fossorial juga memiliki cakar yang panjang dan tajam pada semua jarinya, sehingga membantu mereka dalam menggali lubang ke dalam tanah, baik sebagai sarang maupun sebagai metode melarikan diri dari pemangsanya.

Ciri-ciri utama lain yang menjadi ciri khas dari mamalia fossorial adalah adanya dua gigi pelindung yang berfungsi untuk mencegah tanah masuk ke dalam mulut hewan tersebut saat mereka sedang menggali tanah.

Dan karena mereka hidup di dalam tanah, mamalia jenis ini biasanya memiliki mata yang berukuran kecil dengan daya pandang yang sangat buruk, atau bahkan mata mereka buta sama sekali. Umumnya, mamalia yang masih memiliki kemampuan melihat adalah mamalia jenis semi-fossorial, contohnya adalah wombat. Sedangkan contoh dari mamalia fossorial tulen adalah tikus tanah.

Mamalia Akuatik

Anda pastinya masih ingat kan bahwa lumba-lumba dan paus termasuk mamalia? Atau lebih tepatnya kedua jenis hewan tersebut masuk ke dalam mamalia akuatik ordo Cetacean. Mamalia Cetacean, dan juga mamalia Sirenian (seperti dugong) adalah mamalia yang pada awalnya memiliki kaki.

Namun, seiring dengan berubahnya lingkungan hidup di sekitar mereka, hewan-hewan tersebut kemudian mengalami evolusi dimana kaki mereka berubah menjadi sepasang sirip, dan bahkan pada ekor mereka pun tumbuh sirip untuk membantu laju mereka saat berenang.

Namun tidak semua hewan mamalia laut hidup dan berburu di laut. Beberapa mamalia seperti anjing laut dan walrus termasuk ke dalam golongan semi-akuatis atau pinniped. Mereka memiliki dua pasang sirip pada sisi depan dan belakang tubuhnya.\

Pada hewan pinnped dengan ukuran tubuh yang besar seperti kuda nil, struktur tulang graviporta-lnya dapat membantu mengakomodasi pergerakan tubuhnya terlepas dari bobot mereka.

Hampir semua hewan yang termasuk ke dalam golongan mamalia akuatis ini memiliki struktur tubuh ramping yang memungkinkan meningkatnya aliran laminar, yang semakin memudahkan mereka untuk berenang dengan gesit di dalam air.

Anda juga pasti sudah pernah mendengar kalimat “ordo mamalia”, bukan? Ordo merupakan klasifikasi kelas atau tingkatan antara kelas dan familia. Pengklasifikasian ini sendiri didasarkan dari bentuk fisik maupun berdasarkan makanan yang mereka konsumsi. Secara total, ordo mamalia terdiri dari 46 ordo. Di sini kami hanya akan menjabarkan tentang 4 klasifikasi ordo mamalia, di antaranya adalah:

Ordo Marsupialia

Ciri-ciri utama dari hewan yang masuk ke dalam ordo ini adalah, mamalia dengan jenis kelamin betina memiliki kantong yang menempel di bagian tubuhnya. Kantong tersebut nantinya akan menjadi tempat induk hewan membesarkan anaknya. Berdasarkan penjelasan jauh sebelumnya, bisakah Anda menyebutkan apa saja contoh hewan marsupialia?

Ordo Insektivora

Mungkin Anda sudah bisa menebak nya, hewan yang tergolong sebagai insektivora adalah hewan yang menjadikan serangga dan cacing sebagai sumber makanannya. Ciri-ciri lain yang dimilikinya adalah memiliki penglihatan yang buruk sekaligus cakar yang besar yang dapat membantunya menggali tanah. Kebanyakan mamalia insektivora termasuk ke dalam tipe mamalia fossorial, yaitu contohnya adalah armadillo dan tikus tanah

Ordo Chiroptera

Hewan yang termasuk ke dalam ordo ini adalah satu-satunya kelompok mamalia yang memiliki kemampuan terbang. Hewan yang termasuk dalam ordo ini umumnya memiliki sayap yang terdiri dari membran kulit yang menutupi tulang sayap hingga tungkai belakang. Hewan mamalia yang termasuk ke dalam kelas Chiroptera adalah kelelawar.

Ordo Primata

Mamalia yang termasuk ke dalam kelas primata pada umumnya memiliki tangan dan kaki yang dilengkapi dengan lima jari di masing-masing tangan dan kaki. Dan dibandingkan dengan jenis mamalia yang lain, primata tidak memiliki cakar melainkan hanya kuku yang tumbuh di bagian ujung dari jari mereka. Mamalia yang termasuk ke dalam kelas primata adalah gorilla dan manusia.

Perbedaan Hewan Mamalia dan Reptil

1. Mamalia berkembang biak dengan cara mengandung dan melahirkan.
2. Pada umumnya hewan jenis reptil berkembang biak dengan cara bertelur.
3. Mamalia pada umumnya memiliki bulu dan reptil memiliki sisik pada bagian tubuhnya.
4. Hewan mamalia menyusui dan reptil tidak.
5. Mamalia termasuk hewan berdarah panas dan reptil hewan berdarah dingin.
6. Ternyata ada banyak sekali ya informasi mengenai mamalia, khususnya terkait ciri-ciri mamalia. Jangan lewatkan untuk membaca artikel mengenai salah satu jenis hewan mamalia, yaitu ciri-ciri harimau.

Semoga pembahasan ini dapat menambah wawasan bagi teman-teman semua.