8 Cara Merawat Anak Kucing Yang Baru Lahir Tanpa Induk


Kamis, 10 Oktober 2019

8 Cara Merawat Anak Kucing Yang Baru Lahir Tanpa Induk

Cara merawat anak kucing yang baru lahir tanpa Induk agar tetap selalu hidup terbilang susah-susah gampang.

Namun bagi yang menyukai kucing tentu lah akan memberikan perawatan yang terbaik bagi anak kucing (kitten) tersebut.

Membesarkan anak kucing akan jauh lebih mudah, jika diasuh oleh induk nya sendiri.

Namun mungkin ada masalah yang membuat induk tersebut tak mampu merawat anaknya, seperti hilang, sakit atau bahkan mati.

Tentu tanggung jawab untuk membesarkan anak nya diserahkan pada kita.

Kasihan juga kalau membiarkan anak kucing yang tidak dirawat oleh induk nya, Bisa terancam nyawa nya.

Mungkin sahabat kini merasa bingung, bagaimana sih merawat anak kucing tanpa induk.

Sama juga seperti pengalaman admin yang pernah menemukan anak kucing yang terlantar.

Tapi pada saat itu dirumah ada kucing peliharaan admin yang kebetulan sedang punya anak.

Jadi admin titipkan ke induk tersebut dan ternyata ia mau mengasuh anak kucing tersebut.

Lain cerita jika sobat menemukan anak kucing, Namun dirumah kebetulan tidak ada kucing indukan yang mau mengasuh.

Tentu akan sedikit sulit juga dan harus memikirkam masalah makanan dan minuman nya. Karena jika salah sedikit saja maka bisa fatal akibat nya.

Cara Merawat Anak Kucing Yang Baru Lahir Tanpa Induk

Poin Penting
Berikut ini adalah beberapa tips bagaimana cara merawat anak kucing yang baru lahir, baik itu anak kucing kampung, anggora, persia dan lain sebagai nya. Silakan disimak saja dibawah ini.

1. Selalu Menjaga Suhu Tubuh nya Agar Tetap Hangat


Jika menemukan anak kucing yang kebetulan induknya pergi, Maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah membersihkan tubuh nya dari kotoran yang menempel, Gunakan lap yang cukup basah untuk membersihkan tubuh nya.

Jika sudah bersih, bisa menyiapkan tempat untuk anak kucing tersebut, bisa kardus atau tempat yang dirasa cukup hangat dan juga aman.

Gunakan selimut atau handuk bekas dan simpan dibawah tempat tersebut (Sebagai alas).

Kalau tak merasa keberatan, Kamu juga dapat memasang lampu pada tempat tersebut agar hangat nya selalu stabil.

2. Memotong Sisa Plasenta Yang Masih Menempel Pada Perut Anak Kucing


Jika anak kucing yang kamu temui itu masih terdapat sisa plasenta atau ari-arinya.

Maka harus dipotong menggunakan gunting yang tajam dan juga usahakan dalam keadaan steril.

Plasenta yang terdapat pada perut anak kucing ini biasa nya akan membuat si anak kucing kesulitan untuk bernapas, Jadi harus cepat-cepat dibersihkan.

3. Berikan Ia Minum


Bisa air putih matang (Bening) atau kalau bisa susu untuk menjaga keberlangsungan hidup nya.

Kamu bisa memberikan ia minum dengan susu.

Namun perlu diperhatikan juga jangan asal memberikan ia susu, Apalagi jenis susu yang sering dikonsumsi oleh manusia.

Seperti susu sapi atau susu yang memiliki kandungan laktosa yang cukup banyak.

Hal tersebut tentu akan mengganggu pencernaan kucing tersebut dan bahkan akan fatal jadi nya jika diberikan kepada anak kucing.

Usahakan pilih jenis susu yang kandungan laktosa nya minim atau jika mau aman kamu bisa membeli susu khusus kucing di petshop terdekat.

Jika di rumah sudah ada susu khusus kucing, bisa langsung memberikan nya.

Berhubung yang dirawat ini anak kucing, Maka kamu bisa menggunakan alat pipet kecil untuk memberikan nya,

Berikan secukup nya saja dan jangan terlalu terburu-buru, Lakukan lah secara perlahan-lahan.

4. Rajin Membersihkan Area Mata, Hidung, dan Bagian Belakangnya


Jika ada induknya, Biasanya si induk rajin membersihkan (Menjilati) Tubuh si anak kucing nya, Berhubung si induk nya tidak ada.

Maka coba kamu rutin membersihkan area tubuh nya, Seperti mata, hidung dan juga bagian belakang nya dari kotoran yang mungkin menempel.

Cara membersihkan nya cukuplah mudah, kamu bisa menggunakan kapas basah yang di mana telah dicelupkan kedalam air hangat.

Kemudian silakan kamu usapkan atau bersihkan tubuh anak kucing yang dirasa terdapat kotoran yang menempel.

5. Memijat Perut Si Anak Kucing, Untuk Memperlancar Pencernaan (Pee atau Pup)


Kamu bisa sesekali memijat perut nya, Lakukan secara perlahan-lahan, Bisa menggunakan jari telunjuk atau bisa dibantu dengan kapas yang telah dibasi dengan air hangat.

Jika sobat pernah memerhatikan induk kucing yang sering menjilati perut anak nya, Itu juga dimaksudkan untuk merangsang agar sistem pencernaan anak nya bisa lancar.

Merawat anak kucing agar bisa bertahan hidup yang cukup sulit dilakukan salah satunya adalah poin ini. Jadi usaha kan si anak kucing pencernaan nya tidak terganggu.

6. Ajak Bermain


Jika kamu telah melewati sekitar tiga mingguan, Maka umum nya si anak kucing sudah mulai terbiasa membuka mata, bergerak dan bahkan berjalan ke sana ke sini, Walau pun masih terlihat sempoyongan.

Kalau sudah bisa bergerak, Maka coba lah kamu mengajak ia untuk bermain dan ini berguna untuk melatih syaraf otot nya.

Cara melakukan nya cukup lah mudah, Sobat bisa menggunakan jari sobat yang di gerak-gerak kan atau menggunakan plastik kecil.

Suara plastik juga bisa nya akan membuat syaraf pendengaran nya menjadi lebih peka.

Jangan lupa juga untuk mengelus atau memegang si anak kucing, Agar si anak kucing merasa nyaman.

7. Anak Kucing Sudah Mulai Besar


Jika tahap-tahap diatas sudah dilalui dan berhasil. Maka si kucing biasa nya sudah bisa berjalan dengan lancar.

dan bahkan sudah bisa memakan makanan berat, Seperti ikan, daging atau makanan khusus kucing lain nya.

Namun jangan dulu memberikan ia makan dengan porsi yang banyak, Berikan ia secukup nya saja.

Jangan lupa juga untuk menyediakan wadah khusus kucing (Little box) Yang berguna untuk membuang kotoran si anak kucing.

Jika kita latih untuk membiasakan nya membuang air atau memakan dalam satu tempat.

Biasanya kalau sudah (Dewasa) Akan terbiasa. Jadi latih lah ia sejak dini.

8. Tahap Terakhir


Jika kamu sudah terlanjur suka dan menyayangi kucing tersebut, Maka selanjut nya adalah coba perhatikan asupan makanan, minuman, gizinya dan kebersihan tubuh serta kandang nya.

Berikan ia vitamin, vaksin dan lain sebagainya atau bisa juga rutin membawanya ke dokter hewan agar mendapatkan perawatan yang khusus.

Lihat Juga: Cara Merawat Kucing Yang Baik dan Benar

Penutup:

Itulah cara merawat anak kucing yang baru lahir tanpa diasuh oleh induknya, Caranya memang cukup sulit dan repot untuk dapat dilakukan, Apalagi untuk yang masih awam.

Namun perlu diketahui juga bahwa jika kita merawat kucing sedari ia masih kecil. Maka biasa nya si anak kucing akan tumbuh menjadi kucing yang penurut dan sangat dekat dengan pemilik nya dan tentu rasa banggapun pasti ada, karena kamu telah berhasil merawatnya.

Mungkin cukup sekian pembahasan kali ini mengenai cara merawat anak kucing (kitten) yang baru lahir tanpa induk.

Semoga dapat bermanfaat untuk kita semua dan jangan lupa share postingan ini ke sosial media kalian.